Proses dan interaksi sosial
Nama : Mega Putri
Wulndari
A.
Pengertian
proses sosial dan ineraksi sosial
Proses sosial adalah cara–cara berhubungan yang
dilihat apabila orang perorangan dan kelompok sosial saling bertemu dan
menentukan sistem srta bentu –bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan
terjadi apabila ada perubahan–perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola
kehiduan yang telah ada. Dengan kata lain, proses sosial sebagai hubungan
pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya saling
mempengaruhi antara sosial dengan
politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dan sebagainya.
Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial
(proses sosial), oleh karena ineraksi sosial merupakan syarat utama terjadinya
aktivitas-aktivitas sosial, Bentuk lain dari prosees sosial hanya merupakan
bentuk-bentuk khusus dari iteraksi sosial. Interaksi sosial merupakan
hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang
perorangan, denan kelompok manusia.
Interaksi sosial dapat dirumuskan sebagai proses
saling mempengaruhi antara dua orang atau lebih. Semenjak lahir hingga
meninggal, seorang manusia dalam masyaakat bergerak dari suatu jalinan
interaksi ke jalinan interaksi sosial lainya.
Talcott parsons mempersoalkan tindakan manusia,
terutama berkaitan dengan orientasi apa yang menjadi latar belakang tindakanya
tersebut. Menurutnya, mengapa manusia melakukan tindakan, karena selalu
mempunyai orientasi. Orientasi di sini berarti tindakan tersebut selalu
diarahkan untuk mencapai suatu tujuan. Ada dua orientasi yang menjadi latar
belakang tindakan manusia, yaitu orientasi
motivasisonal dan orientasi nilai.
Menurut Max Weber, metode untuk memahami arti-arti
subjektivf tidakan seseorang adalah dengan uerstehen.
Bukn sekedar intropeksi, tetapi uerstehen
adalah kemampuan berempati atau kemampuan untuk menempatkan diri dalam keragka
berfikir orang lain. (Johnson, 1986)
Max Weber mengklasifikasikan ada empat tindakan
sosial yang mempengaruhi sistem dan struktur sosial masyarakat. Jenis tindakan
sosial tersebut adalah sebagai berikut.
1. Tindakan
Rasional Instrumental
2. Tindakan
Rasional Berorientasi Nilai
3. Tindakan
Tradisional
4. Tindakan
Aktif
Keempat
tindakan sosial diatas memiliki kesamaan, yaitu dilakukan dengan memperhitugkan
keberadaan orang lain, dilakukan secara sadar oleh aktor.
B.
Faktor
Pendorong Interaksi Sosial
Interaksi
sosial di landasi oleh beberapa faktor psikologi, yaitu imitasi, sugesti,
identifikasi, simpati, dan empati.
1. Imitasi
: suatu tindakan dalam rangka meniru sifat atau sikap yang dimiliki orang lain
yang dilkukan dalam bermacam macam bentuk, seperti gaya bicara, tingkah laku,
adat dan kebiasaan, pola pikir serta apa saja yang di miliki atau di lakukan
oleh seseorang.
2. Sugesti
: muncul ketika si penerima sedang dalam kondisi yang tidak netral sehingga
tidak dapat berfikir rasional
3. Identifikasi
: merupakan kecenderungan sseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain,
sifatnya lebih mendalam dari imitasi.
4. Simpati
: merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain.
5. Empati
: merupakan simpati mendalam yang dapat mempengaruhi kjiwaan dan fisik
seseorang, seperti seorang ibu yang akan merasa kesepian ketika anaknya
besekolah di luar kota.
C.
Bentuk-Bentuk
interaksi Sosial
Bentuk
interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation),
akomodasi (accomodation), persaingan
(competition), dan pertikaian (conflict). Konflik selalu menuju suatu
penyelesaian, dalam prosesnya dapat berkondisi sementara, yang di sebut
akomodasi (accomdation).
Menurut
Gillin dan Gillin, ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat
adanya interaksi sosial.
a. Prose
yang asosiatif, yaitu suatu proses
sosial yang mengindikasikan adanya gerak pendekatan atau penyatuan.
b. Proses
yang disosistif , yaitu proses sosial
yang mengindikasikan pada gerak ke arah perpecahan.
1.
Proses
sosial asosiatif
Proses
sosial asosiatif adalah proses dimana dalam realitas yang ada terjalin harmoni antara individu satu
dengan yang lain yanh mengarah pada kerja sama.
a.
Kerja
sama
Kerja
sama dilakukan karna ada kesamaan cita-cita dan tujuan. Karena alasan inilah
manusia pada umumnya melakukan kerja sama agar apa yang di cita citakan bisa
terwujud dengan mudah
b.
Akomodasi
Akomodasi
di gunakan dalam dua arti, yaitu menunjukkan pada suatu keadaan dan untuk menunjukkan pada suatu proses. Akomodasi sebagai keadaan berarti kenyataan adanya
keseimbangan (equilibrium) dalam
interaksi antara orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia.
c.
Asimilasi
dan Akulturasi
Asimilasi
merupakan proses lanjutan dari akomodasi. Pada proses asimilasi terjadi prose
peleburan kebudayaan, sehingga pihak-pihak dari berbagai kelomok yang tengah
berasiilasi akan merasakan adanya kebudayaan tunggalang dirasaan milik bersama.
Faktor-faktor
yang mempermudah terjadinya asimilasi, antara lain sebagai berikut.
·
Toleransi.
·
Kesempatan-kesempatan yang seimbang si
bidan ekonomi.
·
Sikap menghargai orang asing dan
kebudayaannya.
·
Sikap terbuka dari golongan yang
berkuasa dalam masyarakat.
·
Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
·
Perkawinan campuran (amalgamation).
·
Adanya musuh bersama dari luar.
2.
Proses
sosial disosiatif
a.
Persaingan
(competition)
Persaingan merupakan proses sosial, dimana
seorang atau kelompok sosial bersaing merebutkan nilai atau keuntungan bidang
kehidupanmelalui cara-cara menarik perhatian publik.
b.
Pertikaian
(conflict)
Pertikaian
merupakan proses sosial dimana seseorang seseorang atau kelompok sosial
berusaha memenuhi tujuan dengan jalan menantang lawanya dengan ancaman atau kekersan.
c.
Kontravensi
Kontravensi
berasal dari kata Latin: conta dan unire, yang berarti menghalangi atau
menantang. Dalam kata ini mengandung kata usaha untuk menghalangi pihak lain
mencapai tujuan.
d.
Keteraturan
sosial
Dilihat
dari akar sejarah, persoalan tentang keteraturan soial (sosial order), bagaimana dan mengapa sosial order itu ada semuanya, sejarahnya berpusat pada sosiologi.
Thomas Hobbes di kenal sebagai orang pertama yang secara jelas merumuskan
persoalan-persoalan untuk menjawab apa yang dia susun dalam pemikiran dari
sebuah kontrak sosial.
e.
Status,
Peran, dan Kelas Sosial
Status
sosial (kedudukan ssial) adalah salah satu tempat atau posisi seseorang dalam
kelompok sosial atau masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang
lain di sekitarnya. Peran soaial adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang
sesuai dengan status sosial. Sedangkan kelas soasial adalah sekelompok manusia
yang menempati lapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi.
Sumber :
Syarbani, Syarial dan
Fatkhuri. 2016. Teori Sosiologi suatu
pengantar.
Bogor. Ghalia Indonesia.
Mahasiswa Ilmu
Administrasi Negara Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Komentar
Posting Komentar